Saturday, October 06, 2007
Papyrus
Bukan kebetulan
Saat bumi berputar mengelilingi matahari
Bukan kebetulan pula
Saat matahari pancarkan kehidupan di bumi
Pun bukan kebetulan
Saat air mengalir melakukan siklusnya
Bukan ketidak sengajaan
Saat ibu melahirkan anak
Buka pula ketidak sengajaan
Ketika anak tumbuh menjadi dewasa
Pun bukan ketidak sengajaan
Saat seseorang membutuhkan teman
Sungguh..!Adalah skenario ilahi
Saat dua insan bertaut hati
Dalam suatu ikatan suci
Syukuri fitrah insani
" By Fatin Hamama "
Posted by uclank at 07:30 pm
Make a comment Permalink
Saturday, October 06, 2007
Skenario
Hari ini Aramzah mengikuti muhadoroh dari Doctor sampai sore hari,berhubung maddah setelah dzhuhur adalah maddah asaasy dalam kuliahnya jadi sangat penting untuk diikuti.Sebab itu lah tanpa disadarinya Aramzah tertidur dalam El tramco yang mengantarnya pulang dari kampus ke Qaatamiya.Aramzah baru tersadar ketika seseorang dirasakan menyentuh pundaknya,dia kemudian mencoba membuka mata.Namun sebelum Aramzah sadar sepenuhnya akan keadaan sekitar tiba – tiba saja dari seblah kanan terdengar suara lembut yang menegurnya,ternyata yg kini duduk diseblah Aramzah adalah seorang perempuan.Perempuan itu masih sangat muda ,melihat wajahnya dapat ditaksir bahwa umurnya tidaklah melebihi 18 tahun.Aramzah sendiri tidak mengetahui bahkan tidak menyadari kapan perempuan itu duduk diseblahnya.Sebab seingat Aramzah dia duduk berdampingan dengan seorang bapak bapak tadi.
"afwan ,bukankah anda turun di Mahattah Nasr..? Perempuan itu bertanya dalam bahasa Arab Fushah.
"Aiwah…! Aramzah lalu melirik kesamping ,ternyata dia memang telah sampai di Mahattah Nasr,daerah dimana apartement tempatnya tinggal berada.
"Aiwah ..! 'ala gambak lau samahta yaa royyis !Aramzah meminta sopir eltramco untuk menghentikan mobilnya.
Dia lalu kembali menatap kearah perempuan yang membangunkannnya tadi,tuk mengucapkan terima kasih!
"syukron yaa aniisah! Wa ba'da iznik yumkin …Aramzah bermaksud meminta jalan,namun sebelum ucapanya selesai tiba tiba perempuan itu berkata.
"nazlah ma'ak insya Allah "
Setelah berjalan beberapa meter,Aramzah merasa tidak enak juga hanya mendiamkan penolongnya tadi ,yang saat itu berjalan tidak jauh diseblah nya.Sebab itu dia lalu memberanikan diri tuk memulai percakapan.
"Emm 'ala fikroh yaa aniisah , anti tinggal di daerah sisni juga yach..?Tanya Aramzah dalam Bahasa Arab 'amiyah.
"Aiwah ,saya tinggal dekat Toko Ammu Musthofa sana dan saya tahu kamu juga turun di mahattah Nasr karna saya sering melihat kamu belanja di Toko Ammu Musthofa "
Itu lah jawaban dari pertanyaan Aramzah yang belum sempat di tanyakan tapi sudah terjawab.
"Ohhh...! Klo begitu terima kasih skali lagi, klo tidak dibangunkan mungkin saya harus turun di mahattoh akhir lagi he hee " Ucap Aramzah sambil tersenyum.
"he he kamu berarti sering tidur yach ,klo pulang dari kampus..?tanya perempuan itu dg suara yg terdengar akrab
" he hee hee Tidak juga sih,kadang klo ikut muhadoroh sampai sore saja "
"Emm… aiwah ,ba'da iznik saya sudah sampai depan apartement saya"ucap perempuan itu.
" Aiwah ma'asyi ilal liqoo !
"ilal liqoo..sampai jumpa !
Setelah perempuan itu tidak Nampak lagi barulah Aramzah tersadar,kalau dia tidak sempat menanyakan nama perempuan tadi,tapi tidak apalah pikirnya sebab tempatnya juga sudah diketahui .Lagi pula terkadang orang Mesir enggan memperkenalkan nama pada orang yang baru dikenalnya.
*******
Sore itu Aramzah masih berada di depan computer,chatting sambil baca- baca berita bola.Dari ruang tamu terdengar dering telpon treet..treet……treet !Tidak lama kemudian Aldi teman serumah Aramzah pun muncul didepan kamar .
"Ram ada telpon dari Syaima tuh "
"Emm ..!sebentar "
"Aloo ! assalamualaikum" Aramzah mengucap salam
"waalaikumussalam,kaifal haal yaa habiibi albiy"
"bikhair….. Alhamdulillah,kamu juga baik-baik saja kan..?
"Emm …. sebaliknya ana lagi sakit nih sekarang "jawab Syaima manja
"Eeh ! kamu sakit apa ? Terdengar suara Aramzah khawatir.
"Ana….ana lagi sakit rindu nih,rindu pada habiibi he he hee… "terdengar tawa Syaima yang semakin merdu saja ditelinga Aramzah.
"Ahh kamu ini bikin orang khawatir saja "
"Habiibi..! Mama tadi siang masak ruz billaaban,mahu nggak saya hantarkan kesana..?
"Emm …boleh juga,fikrotun jamiilah he he he "
"Klo begitu tunggu habiibi yach !
"E em syukron yach ,oh yach sampaikan salam ana untuk Mama .
" aiwah maasyi,assalamu alaikum"
"waalaikumussalam"
Sambil menunggu kedatangan Syaima,Aramzah lalu duduk di ruang tamu menonton TV , tapi meski matanya menatap kearah TV perhatiannya sesungguhnya sama sekali bukanlah pada tayangan TV saat itu.Sebab kini dia terkenang kembali peristiwa di El tramco 2 tahun yang lalu,saat pertama kali berjumpa dg Syaima…heeem ..! terdengar desahan nafas Aramzah
"Ya Rabby sungguh hebat skenariomu,Engkau sungguh tahu dia telah merinduiku sejak lama,maka Engkau berkenan mempertemukan kami ,bahkan dg perantaraan tidur…. "Gumam Aramzah.
"Yaa Rabby kini Engkau telah mempertemukan aku dengannya maka jika hamba-Mu ini masih boleh memohon ,aku berharap Engkau dapat mengumpulkan kami dalam restu-Mu yaa Rabb "
Memang Syaima sebenarnya sudah lama tertarik dengan Aramzah.Setiap Aramzah datang berbelanja ke toko Ammu Musthofa,Syaima terkadang memperhatikan Aramzah dari jendela kamarnya yang berhadapan dg toko Ammu Musthofa.Akan tetapi hal itu hanya disimpan dan dipendamkannya dalam hati.dia tidak cukup memiliki keberanian untuk memulai perkenalan ,hingga suatu hari dia mendapatkan Aramzah tertidur dalam El tramco saat pulang dari kampus.Saat itu Syaima baru saja kembali dari rumah temannya.
"mungkin Tuhan berkenan mendengarkan suara hati kamu"ucap Aramzah sambil lalu ketika suatu hari Syaima menceritakan hal itu padanya.
Tapi mungkin karena ucapan Aramzah itulah yang membuat Syaima semakin yakin bahwa pertemuannya dg Aramzah adalah skenario Ilahi dan bukan karena factor kebetulan saja ,sehingaa akhirnya dia berani memperjuangkan cintanya yang semula kurang direstui oleh keluarga.
Memang orang Mesir termasuk yang keras dalam hal berhubungan dg orang luar,bahkan terkadang anaknya dilarang berbicara dg orang asing.Namun akhirnya keluarga Syaima pun menyetujui hubungan mereka ,itu pun setelah Syaima didapatkan pingsan karena tidak makan selama dua hari dua malam saat dilarang bertemu lagi dg Aramzah.
Tapi keluarga Syaima sebenarnya bukanlah termasuk kelurga yang suka mengatur perjodohan anaknya, hanya saja mereka mungkin terlalu khawatir bila Syaima harus pergi dan tinggal di negri yang tidak dikenalnya sama sekali,yang berbeda latar belakang dan budayanya .Namun setelah mereka banyak berbincang dg Aramzah ,mereka mulai paham dg Indonesia bahkan mulai kagum,karena Indonesia adalah Negara muslim terbesar didunia meski secara geografis tidak terletak di Timur Tengah .
Dalam hidup ini memang terkadang banyak hal yang kita anggap biasa saja atau hanya kebetulan belaka karena mungkin seringnya hal itu terjadi.Tanpa pernah kita sadar bahwa disebalik semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini terdapat skenario Yang Maha Agung yang telah mengatur semuanya.
******
Suasana Pameran Buku (ma'rid) yang diakan sekali setahun itu cukup ramai,dimana mana terlihat orang yg sedang membawa buku belanjaannya.Cuma Aramzah saja yang nampak asyik duduk dibawah pohon sambil membaca buku.
Nurul yang melihat Aramzah dari sebuah stand buku lalu menghampirinya.
"Asalamualaikum"
"Waalaikumussalam, Ehh Nurul ngapain kamu kesini..?Tanya Aramzah sambil tersenyum.
"Yach …beli buku lah,masa sih kesini tuk shoping"
"Iya kali …hee hhee"terdengar tawa Aramzah,Nurul Cuma tersenyum menanggapinya.
Mereka berdua memang sudah cukup akrab,Nurul adalah teman almamater Aramzah di Pesantren dulu,selain itu mereka berasal dari daerah yang sama,Sulawesi.Jadi sudah seperti saudara sendiri.
"Sendiri…"Tanya Aramzah kemudian.
"nggak …,bareng Syifa kok tuh dissna yang baju biru "jawab nurul sambil menunjuk kesebuah stand buku
"saya panggilkan yach" ucap nurul lagi
"hush nggak usah,dia nampaknya lagi sibuk cari buku tuh"
"ha haa haa "terdengar tawa Nurul
"eish kenapa kamu tertawa ?tanya Aramzah heran.
"nggak…nggak apa-apa kok,kak Ram syifa tuh cantik yach..?
" Emm… maybe,tapi ngomong 2 sejak kapan sih kamu jadi calo ?
" he hee sejak Shifa sering bertanya pada ana pasal Kak Ram,kayaknya dia naksir deh sama antum"
"ahh kamu ini ada 2 saja,sana beli buku ganggu orang saja "
"Klo dia suka antum gimana,antum mahu nggak sama dia...?
"Yang bilang dia tuh suka ana siapa….kan kamu sendiri"
"Dia…"jawab Nurul singkat,tapi cukup menghentak perasaan Aramzah,meski tidak sampai terlihat di raut wajahnya.
"Tadi sewaktu aku ajak kesini dia nggak mahu karena malu..He hhe tenang saja nanti ana yang bantu ngurus atau klo perlu bantu masak daging lah dan buat kue pengantinnya,tenang saja…..!"ucap Nurul ringan.
"bener yach….ini janji kamu,jadi nanti kamu yg masak daging dan buat kue pengantin saya ! Aramzah memasang muka serius.
"he hee take it easy,sebentar yach …."nurul lalu berdiri,bermaksud hendak memanggil Syifa,namun lalu duduk kembali karena dari arah stand buku nampak Syifa keluar dan berjalan kearah mereka.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"jawab Aramzah dan Nurul hampir bersamaan.
"Hii Anti nurul kan…?
"Aiwah ana Nurul,Anti min ? tanya Nurul heran.
Syaima tersenyum saja ,tidak langsung menjawab.
"Emm af wan ! Tapi kita pernah kenal dimana yach,maaf ana lupa.ucap Nurul lagi
"Bukunya semua dah dapat..?Tanya Aramzah pada Syaima
"Belum …habibi lagi yang pergi cari yach,ana dah capek nih keliling !
"Nurul ..! Nih kenalkan Syaima ,adik ipar kamu Insya Allah.Dia pernah lihat kamu di Pc saya "Aramzah memperkenalkan Syaima pada Nurul yg masih nampak bingung.
"ngejek saya yach…? canda Syaima karena Aramzah berbahasa Indonesia.
"makanya, tuh kosa kata yang sudah ana beritahu dihafal,biar cepat pintar "
"he heee "
"Assalamualaikum'Syifa mengucapkan salam setelah berada tidak jauh di samping Nurul
" Waalaikumussalam "
"Ehh Syifa Kaifal hal ? Aramzah menyapa Syifa.
"Aba kabar…?Sapa syaima dalam bahasa Indonesia.
" Apa kabar lagi ..! Bukan aba kabar "Aramzah membetulkan ejaan Syaima yang kurang tepat,Mayoritas orang Arab memang masih sulit melafazkan huruf " P "mungkin karena terbiasa mengucapkan huruf " ba "
"iya..afa kabar ..bikhaer,baik ?
"Bikhaer Alhamdulillah '
Setelah berbincang-bincang beberapa saat,Aramzah lalu meninggalkan mereka bertiga,tuk mencari buku-buku yangdibutuhkan Syaima.
"Maafkan aku fa ,aku tidak mungkin memintamu tuk tidak mencintaiku,meski aku juga tidak bisa memberimu sebuah cinta yang indah ,semoga Allah mempertemukan kamu dg jodoh yang baik "demikianlah gumam Aramzah setelah jauh dari mereka.
Setelah mendapatkan semua buku yang dibutuhkan ,Aramzah dan Syaima lalu menumpang Bus kembali ke Qattamiya.Karena cuma satu kursi yang tersisa,maka Aramzah hanya berdiri,bergantung disamping Syaima.Ditengah perjalanan Bus itu masih saja berhenti mengambil penumpang,hingga penumpang kini semakin berdesakan dalam bus.
"Untung saja Syaima dapat tempat duduk tadi,pikir Aramzah"klo tidak wahh bisa payah jadinya,Aramzah sendiri cuek saja berdiri ,sudah kebiasaan bila kekampus.
Ketika sedang asyik menikmati pemandangan di luar,tiba-tiba saja seseorang menyenggol tubuh Aramzah dg keras hingga dia terpental kesamping.
"aahh "terdengar teriakan seorang perempuan karena mungkin kakinya terinjak.Aramzah lalu cepat menoleh kearahnya untuk minta maaf
" maalesy…maaalesh"ucap Aramzah
Perempuan itu hanya menjawab dg anggukan kepala.Tapi kemudian seseorang lelaki membentak Aramzah.
"Hasib yaa roogil,eihh hati-hati kamu "bentak lelaki itu.
"Maalesy saya tidak sengaja kawan "ucap Aramzah lagi meminta maaf.
"Tidak sengaja… apanya yang tidak sengaja "laki-laki itu nampaknya mulai marah.
"Basz Ya habiiby,sudahlah ! Dia sudah minta maaf juga "perempuan itu mencoba menenangkan temannya
"Apanya yang sudah….heii kamu punya mata nggak ?lelaki itu semakin meninngikan suaranya,hingga hampir seluruh penumpang memandang kearah mereka.
Tapi Aramzah hanya terdiam saja,karena selain merasa bersalah Aramzah juga tidak ingin membuat masalah,apalagi ada Syaima disitu yang sedari tadi menatapnya dg bingung.
"Di Negara kamu tidak ada perempuan cantik yach..?
Wahh….! Yang ini sudah keterluan banget ini,pikir Aramzah.Meski tetap saja diam tidak menghiraukannya
" ihfadz kalaamak ya Rogill,hii jaga ucapan kamu "Syaima berdiri membela Aramzah yang cuma terdiam.
" heei kamu bela dia juga yach,ohh kamu naksir dia juga rupanya….,Eemm memang cocok perempuan jalang seperti kamu berteman dg dia "
" Yaa roogill "Aramzah membentak dg keras,lalu nampak laki-laki itu terpental kebelakang dg mulut berdarah.
'Yallah ya Syaima,kita turun disini saja" ajak Aramzah pada Syaima
Nurul yang melihat Aramzah dari sebuah stand buku lalu menghampirinya.
"Asalamualaikum"
"Waalaikumussalam, Ehh Nurul ngapain kamu kesini..?Tanya Aramzah sambil tersenyum.
"Yach …beli buku lah,masa sih kesini tuk shoping"
"Iya kali …hee hhee"terdengar tawa Aramzah,Nurul Cuma tersenyum menanggapinya.
Mereka berdua memang sudah cukup akrab,Nurul adalah teman almamater Aramzah di Pesantren dulu,selain itu mereka berasal dari daerah yang sama,Sulawesi.Jadi sudah seperti saudara sendiri.
"Sendiri…"Tanya Aramzah kemudian.
"nggak …,bareng Syifa kok tuh dissna yang baju biru "jawab nurul sambil menunjuk kesebuah stand buku
"saya panggilkan yach" ucap nurul lagi
"hush nggak usah,dia nampaknya lagi sibuk cari buku tuh"
"ha haa haa "terdengar tawa Nurul
"eish kenapa kamu tertawa ?tanya Aramzah heran.
"nggak…nggak apa-apa kok,kak Ram syifa tuh cantik yach..?
" Emm… maybe,tapi ngomong 2 sejak kapan sih kamu jadi calo ?
" he hee sejak Shifa sering bertanya pada ana pasal Kak Ram,kayaknya dia naksir deh sama antum"
"ahh kamu ini ada 2 saja,sana beli buku ganggu orang saja "
"Klo dia suka antum gimana,antum mahu nggak sama dia...?
"Yang bilang dia tuh suka ana siapa….kan kamu sendiri"
"Dia…"jawab Nurul singkat,tapi cukup menghentak perasaan Aramzah,meski tidak sampai terlihat di raut wajahnya.
"Tadi sewaktu aku ajak kesini dia nggak mahu karena malu..He hhe tenang saja nanti ana yang bantu ngurus atau klo perlu bantu masak daging lah dan buat kue pengantinnya,tenang saja…..!"ucap Nurul ringan.
"bener yach….ini janji kamu,jadi nanti kamu yg masak daging dan buat kue pengantin saya ! Aramzah memasang muka serius.
"he hee take it easy,sebentar yach …."nurul lalu berdiri,bermaksud hendak memanggil Syifa,namun lalu duduk kembali karena dari arah stand buku nampak Syifa keluar dan berjalan kearah mereka.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam"jawab Aramzah dan Nurul hampir bersamaan.
"Hii Anti nurul kan…?
"Aiwah ana Nurul,Anti min ? tanya Nurul heran.
Syaima tersenyum saja ,tidak langsung menjawab.
"Emm af wan ! Tapi kita pernah kenal dimana yach,maaf ana lupa.ucap Nurul lagi
"Bukunya semua dah dapat..?Tanya Aramzah pada Syaima
"Belum …habibi lagi yang pergi cari yach,ana dah capek nih keliling !
"Nurul ..! Nih kenalkan Syaima ,adik ipar kamu Insya Allah.Dia pernah lihat kamu di Pc saya "Aramzah memperkenalkan Syaima pada Nurul yg masih nampak bingung.
"ngejek saya yach…? canda Syaima karena Aramzah berbahasa Indonesia.
"makanya, tuh kosa kata yang sudah ana beritahu dihafal,biar cepat pintar "
"he heee "
"Assalamualaikum'Syifa mengucapkan salam setelah berada tidak jauh di samping Nurul
" Waalaikumussalam "
"Ehh Syifa Kaifal hal ? Aramzah menyapa Syifa.
"Aba kabar…?Sapa syaima dalam bahasa Indonesia.
" Apa kabar lagi ..! Bukan aba kabar "Aramzah membetulkan ejaan Syaima yang kurang tepat,Mayoritas orang Arab memang masih sulit melafazkan huruf " P "mungkin karena terbiasa mengucapkan huruf " ba "
"iya..afa kabar ..bikhaer,baik ?
"Bikhaer Alhamdulillah '
Setelah berbincang-bincang beberapa saat,Aramzah lalu meninggalkan mereka bertiga,tuk mencari buku-buku yangdibutuhkan Syaima.
"Maafkan aku fa ,aku tidak mungkin memintamu tuk tidak mencintaiku,meski aku juga tidak bisa memberimu sebuah cinta yang indah ,semoga Allah mempertemukan kamu dg jodoh yang baik "demikianlah gumam Aramzah setelah jauh dari mereka.
Setelah mendapatkan semua buku yang dibutuhkan ,Aramzah dan Syaima lalu menumpang Bus kembali ke Qattamiya.Karena cuma satu kursi yang tersisa,maka Aramzah hanya berdiri,bergantung disamping Syaima.Ditengah perjalanan Bus itu masih saja berhenti mengambil penumpang,hingga penumpang kini semakin berdesakan dalam bus.
"Untung saja Syaima dapat tempat duduk tadi,pikir Aramzah"klo tidak wahh bisa payah jadinya,Aramzah sendiri cuek saja berdiri ,sudah kebiasaan bila kekampus.
Ketika sedang asyik menikmati pemandangan di luar,tiba-tiba saja seseorang menyenggol tubuh Aramzah dg keras hingga dia terpental kesamping.
"aahh "terdengar teriakan seorang perempuan karena mungkin kakinya terinjak.Aramzah lalu cepat menoleh kearahnya untuk minta maaf
" maalesy…maaalesh"ucap Aramzah
Perempuan itu hanya menjawab dg anggukan kepala.Tapi kemudian seseorang lelaki membentak Aramzah.
"Hasib yaa roogil,eihh hati-hati kamu "bentak lelaki itu.
"Maalesy saya tidak sengaja kawan "ucap Aramzah lagi meminta maaf.
"Tidak sengaja… apanya yang tidak sengaja "laki-laki itu nampaknya mulai marah.
"Basz Ya habiiby,sudahlah ! Dia sudah minta maaf juga "perempuan itu mencoba menenangkan temannya
"Apanya yang sudah….heii kamu punya mata nggak ?lelaki itu semakin meninngikan suaranya,hingga hampir seluruh penumpang memandang kearah mereka.
Tapi Aramzah hanya terdiam saja,karena selain merasa bersalah Aramzah juga tidak ingin membuat masalah,apalagi ada Syaima disitu yang sedari tadi menatapnya dg bingung.
"Di Negara kamu tidak ada perempuan cantik yach..?
Wahh….! Yang ini sudah keterluan banget ini,pikir Aramzah.Meski tetap saja diam tidak menghiraukannya
" ihfadz kalaamak ya Rogill,hii jaga ucapan kamu "Syaima berdiri membela Aramzah yang cuma terdiam.
" heei kamu bela dia juga yach,ohh kamu naksir dia juga rupanya….,Eemm memang cocok perempuan jalang seperti kamu berteman dg dia "
" Yaa roogill "Aramzah membentak dg keras,lalu nampak laki-laki itu terpental kebelakang dg mulut berdarah.
'Yallah ya Syaima,kita turun disini saja" ajak Aramzah pada Syaima
*********
Setelah turun dari bus Syaima masih saja terus menangis,Aramzah lalu mengajaknya duduk dibawah pohon yang tumbuh dekat jalan.Setelah Syaima terlihat berhenti menangis,barulah Aramzah menegurnya.Sedari tadi dia memang hanya mendiamkan Syaima,membiarkan menyelesaikan tangisnya .
"Maafkan saya habibti yach karena sayalah ,jadinya engkau yang terlukai "Aramzah memulai ucapannya.
"Laa ya habiibi ,bukan salah kamu "terdengar suara Syaima yg masih serak
"Emmm….."
" Habbiby .saya menangis sebenarnya bukan karena itu,tapi……"Syaima tidak meneruskan ucapannya
"Tapi apa habibty,katakan saja ana akan dengarkan "
"Tapi habibi jg marah yach…..?
"habibty …knp saya mesti marah..ayo katakan saja "
"Sebenarnya ana kadang masih merasa khawatir habiby …
" Emm khawatir kenapa….?
"Saya terkadang masih khawatir bila memikirkan …..Syaima terdiam sebentar …Nantinya bagaimana keluarga kamu,masyrakat ditempat kamu kan menerima saya,disini saja orang 2 masih melihat lain.
"he he "Aramzah mencoba tersenyum,tuk menghibur Syaima lalu lanjutnya.
"Sayang ku…..ada ana disampingmu,dan selalu kan berada disampingmu jadi jangan khawatir lagi yach "
"Habibii…..jangan sia-siakan ana yach,jaga ana dg baik sebab ana bahibbak katiir,sangat mencintaimu habibi "ucap Syaima diiringi dg tetesan air mata yang nampak bagaikan butiran permata dalam pandangan Aramzah.
Tidak terasa air matanya juga sudah membasahi pipi,ingin rasanya dia menggemgam tangan Syaima tuk menguatkan dan memberinya ketenangan namun Aramzah masih cukup sadar saat itu.
"Assalamu alaikum "
" Waalaikumussalam "Aramzah cepat mengahapus airmatanya lalu menoleh kearah suara tadi.
"heii bukankah kamu yang dimobil tadi "sapa Aramzah dengan ramah.
" Emm ….saya kesini hendak minta maaf untuk teman saya,harapnya mahu dimaafkan "
" H e he saya yang mestinya meminta maaf karena menyebabkan semua ini terjadi"
Perempuan itu lalu berjalan kearah Syaima,yang berdiri disamping Aramzah,lalu ucapnya.
"Afwan ya ukhty,atas ucapan teman saya tadi "
Syaima sedikit menganggukan kepala ,sambil tersenyum.
Oh yachh klo begitu ana pamit dulu,assalamu alaikum "perempuan itu lalu berbalik melangkah pergi,namun tidak jauh kemudian dia menoleh kembali sambil berkata.
" oh yach satu lagi….ya ukhty,teman kamu adalah orang yang baik jangan sampai kamu melepaskannya yach !
Refleks tangan Syaima menggemgam tangan Aramzah.
"Tolong jaga dia dg baik "ucap perempuan itu kemudian pada Aramzah ,karena mungkin dapat melihat sinar cinta yang terpancar dari mata mereka berdua..
Setelah perempuan itu tidak nampak lagi,Aramzah lalu mengajak Syaima tuk menunggu mobil di Mahattoh yang kelihatan dari tempat mereka.
"Syaima ..!Apa tangan saya sudah boleh dilepaskan,orang-orang dimahattoh melihat kita"tegur Aramzah pada Syaima dg suara yang lirih.
Dengan tersipu malu,Syaima lalu melepaskan genggaman tanganya, mungkin baru menyadari semuanya.
Setelah sampai didepan apartemen Syaiama,Aramzah lalu menyerahkan buku-buku yang dibawanya.Lalu ucapnya pada Syaima.
"Habibti..setelah kamu masuk,pintunya jangan lupa ditutup dg rapat yach. Jangan pernah dibuka ,siapapun yang datang "
"E emm…."
"Maafkan saya habibti yach karena sayalah ,jadinya engkau yang terlukai "Aramzah memulai ucapannya.
"Laa ya habiibi ,bukan salah kamu "terdengar suara Syaima yg masih serak
"Emmm….."
" Habbiby .saya menangis sebenarnya bukan karena itu,tapi……"Syaima tidak meneruskan ucapannya
"Tapi apa habibty,katakan saja ana akan dengarkan "
"Tapi habibi jg marah yach…..?
"habibty …knp saya mesti marah..ayo katakan saja "
"Sebenarnya ana kadang masih merasa khawatir habiby …
" Emm khawatir kenapa….?
"Saya terkadang masih khawatir bila memikirkan …..Syaima terdiam sebentar …Nantinya bagaimana keluarga kamu,masyrakat ditempat kamu kan menerima saya,disini saja orang 2 masih melihat lain.
"he he "Aramzah mencoba tersenyum,tuk menghibur Syaima lalu lanjutnya.
"Sayang ku…..ada ana disampingmu,dan selalu kan berada disampingmu jadi jangan khawatir lagi yach "
"Habibii…..jangan sia-siakan ana yach,jaga ana dg baik sebab ana bahibbak katiir,sangat mencintaimu habibi "ucap Syaima diiringi dg tetesan air mata yang nampak bagaikan butiran permata dalam pandangan Aramzah.
Tidak terasa air matanya juga sudah membasahi pipi,ingin rasanya dia menggemgam tangan Syaima tuk menguatkan dan memberinya ketenangan namun Aramzah masih cukup sadar saat itu.
"Assalamu alaikum "
" Waalaikumussalam "Aramzah cepat mengahapus airmatanya lalu menoleh kearah suara tadi.
"heii bukankah kamu yang dimobil tadi "sapa Aramzah dengan ramah.
" Emm ….saya kesini hendak minta maaf untuk teman saya,harapnya mahu dimaafkan "
" H e he saya yang mestinya meminta maaf karena menyebabkan semua ini terjadi"
Perempuan itu lalu berjalan kearah Syaima,yang berdiri disamping Aramzah,lalu ucapnya.
"Afwan ya ukhty,atas ucapan teman saya tadi "
Syaima sedikit menganggukan kepala ,sambil tersenyum.
Oh yachh klo begitu ana pamit dulu,assalamu alaikum "perempuan itu lalu berbalik melangkah pergi,namun tidak jauh kemudian dia menoleh kembali sambil berkata.
" oh yach satu lagi….ya ukhty,teman kamu adalah orang yang baik jangan sampai kamu melepaskannya yach !
Refleks tangan Syaima menggemgam tangan Aramzah.
"Tolong jaga dia dg baik "ucap perempuan itu kemudian pada Aramzah ,karena mungkin dapat melihat sinar cinta yang terpancar dari mata mereka berdua..
Setelah perempuan itu tidak nampak lagi,Aramzah lalu mengajak Syaima tuk menunggu mobil di Mahattoh yang kelihatan dari tempat mereka.
"Syaima ..!Apa tangan saya sudah boleh dilepaskan,orang-orang dimahattoh melihat kita"tegur Aramzah pada Syaima dg suara yang lirih.
Dengan tersipu malu,Syaima lalu melepaskan genggaman tanganya, mungkin baru menyadari semuanya.
Setelah sampai didepan apartemen Syaiama,Aramzah lalu menyerahkan buku-buku yang dibawanya.Lalu ucapnya pada Syaima.
"Habibti..setelah kamu masuk,pintunya jangan lupa ditutup dg rapat yach. Jangan pernah dibuka ,siapapun yang datang "
"E emm…."
By Uclank ,Qattamiya 24 Sept 07
Posted by uclank at 07:24 pm
Make a comment Permalink
Don't buy Vista Security
| Next Page |